Selain sebagai ajaran yang berkenaan dengan
berbagai bidang kehidupan dengan ciri-cirinya yang khas tersebut islam juga
telah tampil sebagai sebuah disipin ilmu, yaitu keislaman. Menurut peraturan
Menteri Agama R.I Tahun 1985, bahwa yang termasuk disiplinn ilmu keislaman
adalah Al-quran/ tafsir, Hadis/ilmu hadis, Ilmu kalam, filsafat, Tasawuf, Hukum
Islam, (Fiqih), sejarah kebudayaan Islam, serta Pendidikan Islam.
Jauh sebelum itu, Harun Nasution mengatakan bahwa Islam
belainan dengan apa yang umum diketahui, bukan hanya mengetahui satu dua aspek,
tetapi mempunyai berbagai aspek, Islam sebenarnya mempunyai aspek teologi,
aspek ibadah, aspek moral, aspek mistisisme, aspek filsafat, aspek sejarah,
aspek kebudayaan, dan sebagainnya. Inilah yang selanutnya membahwa kepada
ti,mbulnya bebbagai urusan dan fakultas di institut Agama Islam Negeri (IAIN)
yang tersebar di Indonesia, serta berbagai Perguuan Tinggi Islam swasta lainnya
ditanah air.
Dari uraian
mengenai karakterristik ajaran Islam yang secara dominan ditandai oleh
pendekatan normtif, historis, dan filosofis tersebut terlihat bahwa ajaran
memiliki ciri-ciri yang secara keseluruhan amat ideal. Islam agama yang mengajarkan
perdamaian, toleransi, terbuka kebersamaan, egaliter, kerja keras yang bermutu,
demokratis, adil, seimbang antara urusan dunia dan akhirat, berharta, memiliki
kepekaan terhadap masalah-masalah sosialkemasyarakatan, mengutamakan
pencegahaan daripada penyembuhan dalam bidang kesehatan dengan cara
memperhatikan segi kebersiahan badan, pemakaian, makanan, tempat tinggal,
lingkungan, dan dan sebagainnya. Islam juga telah tampil sebagai sebuah
disiplin ilmu keislamaan dengan berbagai cabangnya. Karakteristik Islam yang
demikian ideal itu tampak masih belum seluruhnya dijumpai dalam kenyataan
umatnya. Antara ajaran Islam yang ideal dan kenyataan umatnya yang demikian itu
masih ada kesenjangan. Hal ini memerlukan pemecahan, antara lain dengan
merumuskan kembali metode dan pendekatan dalam memeahami Islam sebagai akan di
jumpai pada bab berikutnya.
sumber : Metodologi Studi Islam, Prof.H. Abuddin Nata, M.A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar