Kisah hana
By Nur Aulia Hafihda
CREW
SUTRADARA
: LEE MIN HO
PRODUSER
: PARK SEO JOON
CAMERAMEN
: KANG DANIEL
EDITOR
: JAEHWAN
WARDOBE
: LEE DAEHWI
DESIGN GRAFIS
: LEE JUNG KI
DURATION
: 5 MENIT
GENRE
: ROMANCE
CASTING :
NAMA
Hana
PERAN UTAMA
Doni
Susi
SINOPSIS
Hana adalah salah satu mahasiswa di salah satu universitas di kota bandung, dia mempunyai pacar namanya doni beda dua tingkat lebih dari hana , sepanjang hubungannya dengan doni berjalan manis. Suatu hari adiknya doni menikah tanpa sepengetahuan hana Kemudian doni tidak lagi melanjutkan hubungannya. Padahal doni berjanji akan menemui orang tua hana dan akan menjalani ubungan yang lebih serius sampai mereka nikah.
SCENE 1
TAKE 1
IN : KAMAR HANA
Kamar Hana
Jam 9 pagi setalah sarapan pagi so hyun siap siap di kamarnya mau berangkat ke kampus, handphonya berbunyi dia sudah nebak “itu pasti telepon dari doni ” dalam hatinya.
Hana : (Sambil merapihkan rambut) hallo ?
Doni
: udah siap ?
Hana
: bentar lagi, kamu otw aja, kalau udah nyampe depan rumah, hubungi aku lagi
Doni
: ok, bye
SCENE 2
TAKE 1
EXIT : PARKIRAN
Setelah sampai di kampus halaman parkiran doni bertanya kepada hana saat membuka helm hana
Doni : kamu udah sarapan ? ( sambil bantuin buka helm yang dipake hana)
Hana : mmh.. ( udah) ( sambil mebuka cepitan helm dikepalanya)
Doni : nanti kalau udah keluar kelas, temenin aku makan siang ya ? ( tanya doni)
Keadaan doni masih duduk di motor, hana hanya melihat wajah doni yang manis,
Hana : ya tuhan demi apapun aku pengenya nikah sama dia, biarkan aku sama doni terus seperti ini ya alloh, meskipun aku tau jodoh hanya alloh yang atur ( dalam hatinya) dan berkata i iiiyaa....
TAKE 2
Setelah membuka helm dari kepala hana Tiba tiba Susi datang dari belakang hana mebawa buku di tanganya dan slimbag di tangan kannya
Susi : haaai guuuuysss... ( melambaikan tangan sembari senyum lebar berjalan menemui mereka berdua) waah.. kalian makin romatis aajaa
Hana menjawab dengan ketawa kecil, dilanjut dengan senyuman doni yang sedang memegang helm di tangan kirinya
Susi : yuk ? ( ajak hana ke kelas sambil memegang tangnnya)
Susi adalah teman SMAnya Doni dan udah kenal banget sejak awal, mulai dari sikap doni sampai keluarganya dan mereka tetanggaan sampai sekarang.
Senyum hana menoleh ke susi
Hana : daaah... ( melambaikan tanganya ke doni )
Dan doni menjawab dengan senyuman, mereka sama sama tersenyum.
SCENE 3
TAKE 1
IN : KANTIN
Hana menuju kantin menemui doni yang tengah menunggu sejak tadi
Hana : hai ( sambil duduk )
Doni : dandan dulu ya ? ( melipatkan tangan sambil tumpang kaki menatap hana )
Hana : enggak ( mengerutkan dahinya dan menggelengkan kepala)
Doni : kamu emang bener bener jodoh aku yaa
Hana : dihh so taau ( senyum malu )
Doni : emang tau
Hana : mana buktinya ?
Doni : buktinya kamu bikin aku lama menunggu
Hana : entah apa yang dibilang doni.. aku tersentuh, seakan akan dia udah milik aku seutuhnya, kata kata gombal itu bikin aku mati rasa, ya tuhaaan kenapa di saat saat seperti ini tidak ada yang aku tidak suka dari doni ciptaanMu.
Hana : semoga
Doni : semoga apa ? ( mendorongkan badanya ke hadapan hana sambil memegang pipi kananya ) semoga nunggu ?
Hana : semoga jodoh ( menyimpan kepalanya di atas meja dengan lirikan matanya ke wajah doni )
Tiba tiba doni memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan
Pelayan : mau pesen apa ?
Doni
: pesen obat tidur
Pelayan : obat tidur ? ( tanya diri sendiri / bingung, tanganya mengaruk leher )
Doni ketawa kecil sambil menatap hana yang masih menyimpan kepalanya di atas meja
Doni : dia semalam gak tidur mang, mikirin aku terus katanya
Hana membangunkan kepalanya
Hana : apaan sihh ( ketawa kecil ). Aku pesen sushi sama jus alpukad mang,
Pelayan : siap neng
TAKE 2
EXIT : DEPAN KANTIN
Sambil jalan menuju keluar dari kantin
Doni : mau langsung pulang ?
Hana : iya ( menoleh ke doni )
Doni : ok
SCENE 4
TAKE 1
IN : KAMAR HANA
Malam tiba, hana memegang handphonya menerima panggilan dari doni yang hampir setiap malam menelponhe kekasihnya hana. Mereka tengah asyik ngobrol penuh tawa canda, seakan akan setiap malamnya hanya mereka yang hidup di dunia ini. Semua kemauan mereka bahas, mulai dari tentang kuliah, hubungan mereka selanjutnya, ngobrol tentang keluarga mereka samapai mereka nikah. Jam dinding hanya memutarkan jamnya hingga larut malam begitupun dengan mereka gak peduli dengan waktu yang malam ini begitu cepat larut.
Doni : iya, aku janji suatu saat aku pasti temui orang tua kamu han, ( ucap doni, yang menerima pertanyaan hana). Udah malem banget, kamu tidur ya han,
Hana : iya, kamu juga ya ? (beranjak dari bangku belajarnya dan jalan ke tempat tidur)
Setiap mereka telponan, hana selalu meminta doni untuk temui orang tuanya, tetapi mereka sudah berkomitment, setelah lulus kuliah nanti mereka akan melakukan tunangan.
Mereka menutup telphonya,
Setelah menyelimuti tubuhnya di tempat tidur “ Ya tuhan, demi apapun aku nikahnya Cuma pengen sama doni,” (dalam batinya).
SCENE 5
TAKE 1
EXIT : DEPAN RUMAH
Hana terlihat sedang menunggu doni di depan rumahnya yang setiap harinya jemput hana berangkat kuliah. Tak lama doni pun muncul melaju sepeda motornya dan berhenti tepat di hadapan hana. Doni memberikan senyum paginya begitupun dengan hana membalas senyum doni Dan mereka langsung melaju menuju kampus.
SCENE 6
TAKE 1
EXIT : DEPAN RUMAH
Mereka pulang hampir malam doni mengantarkan hana sampai depan rumah, setelah melakukan perjalanan yang cukup menyenangkan, doni semalam mengajak hana main keliling kota bandung setelah pulang kuliah dan melakukan beberapa keinginan mereka layaknya sepasang kekasih.
Doni : capek ya ?
Hana : (hana menganggung) tapi seneng ( melemparkan senyum ke doni )
Doni : hahaha. Aku pulang yaah
Hana : gak nginep ?
Doni : nanti
Hana : kapan ?
Doni : kalau udah sah
Hana menjawab dengan senyuman, kata kata itu lagi, seakan doni memberi kode bahwa dia akan menikahi hana. “ kapan pun itu terjadi aku hanya ingin dia” batinnya.
Hana dan doni sama sama pamit, hana masuk ke dalam rumah dan doni pamit pulang.
SCENE 7
TAKE 1
IN : KAMAR HANA
Setelah rapi mau pergi ke kampus hana memeriksa handphonya, “ kok, belum ada nelphon yaa ? ... kemana dia ? udah jam segini lagi ( batinnya sambil melihat jam tangan di tangan kirinya ).
kemdian pergi ke depan rumahnya sambil melirik kanan kiri tanganya memegang handphone di tempelkan di telinga hana dan dia sedang mencoba menghubungi doni yang yadri tadi tak kunjung datang tapi tidak aktif. “ apa dia masih tidur gara gara pulang malam, aah sudah lah aku jalan aja” ( sambil melangkahkan kakinya ke trotoar pinggir jalan )
SCENE 8
TAKE 1
IN : KAMPUS
Di tangga, hana menuju kelasnya, seorang perempuan datang dan menepuk bahu hana dari belakang,
Susi : haai...
Hana : eeh (sambil menoleh susi)
Susi : bengong mulu, kemana doni ?
Hana : gak tau ( muka kesal )
Susi : laah koo ?
Hana : baru aku mau nanyain ke kamu
Susi : ooh... ( muka bingung, matanya melirik ke hana) gue harus bilang apa niih ? kayanya doni belum bilang apa apa ke hana ( batinnya).
SCENE 8
Take 1
IN : KAMAR HANA
Dikamarnya hana memikirkan doni Sudah beberapa hari ini doni tidak biasa aku hubungi, kemana dia ? susi yang tetangganya aja gak tau dia pergi kemena ? setidaknya sms kek, sesibuk apa sih dia ?
SCENE 9
TAKE 1
EXIT : MASJID KAMPUS
Mereka bertemu dan doni langsung mengajak hana ke tempat yang tidak banyak di kunjungi mahasiswa di kampus di belakang masjid tepatnya. Hana langsung menanyakan apa yang terjadi selama ini. Dan doni menjelaskan semuanya, bahwa orang tua doni akan menjodohkan dengan anak fartner orang tuanya yang selama ini bekerja sama dengan perusahaannya. Orang tuanya inginkan doni mengurus suam perusahaan milik ayahnya dan fartnenya dengan cara doni menikah dengan anaknya, meskipun doni berusaha menolak keinginn orang tuanya tersebut , tapi doni tidak ada pilihan lain selain menikahinya dan mengabulkan permintaan ayahnya.
Hana telihat pucet, matanya mulai berlinang saat doni menceritakan semuanya, air matanya jatuh dia mundur prlahan dari hadapa doni, seakan tidak menerima kenyataan ini, semua terasa mimpi buruk. Dia hanya membayangkan hubungan yang selama ini jalani, dari mulai kenal doni, makan bareng,main bareng, setiap harinya mereka menghabiskan waktu di kampus.
Hana memutarkan matanya melihat sekeliling tempat dan terfokus tatapannya ke masjid, masjid yang digunakan untuk ibadah bahkan orang orang selalu memakainya sebagai tempat pernikahan, yaitu ijab kabaul, yang “seharusnya mesjid ini di pake untuk menikah,, sebaliknya aku di pake untuk sebuah perpisahan“ ( ucapnya)
Doni melangkah kakainya berusaha ingin memegang tangan hana tapi hana menolaknya dengan tatapan masih terfokus ke masjid.ntah apa yang harus hana lakukan sekarang, di shok dengan ucapan doni.. dan perlahan mudur, lari meninggalkan doni. Dan doni sudah menyangka hana akan seperti itu rasa sesal yang doni rasakan saat ini.
Pesan : sesungguhnya alloh telah mengatur manusia dari mulai awal sampai akhir, maka dari itu jangan mengharapkan kepada manusia ... minta lah kepada sang pecipta.